Rabu, 28 Januari 2009

OPDIK Mahasiswa baru Universitas PGRI Palembang

sebagai salah satu upaya penjaringan calon anggota, PALASPA juga turut serta membuka stand
alhamdulillah kegiatan ini cukup diminati dan mendapat banyak sekali perhatian dari mahasiswa baru, mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya dapat lebih baik lagi.

Ascending Descending


ACDC merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan PALASPA
untuk mempererat tali silaturahmi antar pecinta alam di Sumatera Selatan

Rabu, 21 Januari 2009

Deklarasi PALASPA


Detik-detik deklarasi PALASPA yang di ikuti oleh 16 orang
Mahasiswa STKIP PGRI Palembang (sekarang Universitas PGRI)
Sebuah sejarah hidup yang takkan pernah terlupa hingga akhir hayat
Tanggal 6 Maret 1999 di Gn Kaba Curup Bengkulu sekitar pukul 10.00 WIB

Eksplorasi alam 2003



Akang ama Santok

Eksplorasi alam 2003


wes di Danau Segara Anak Gn Rinjani

wong lamo galo


di saat get yang waktu itu sedang materi survival, senior asik-asikan makan.
"Bagi donk kak, aku jugo laper," kata get dengan nada memelas.

Goa Putri, pelataran Gn Dempo Pagaralam Sumsel







Eksplorasi alam 2003

Wes & Benex saat di Top Rinjani

Pengembaraan angkatan X ke suku Baduy Banten Jawa BArat


Bedoel gayanya udah kayak orang baduy beneran yach

sejuta aksi PALASPA

buat teman-teman yang ngak ada, sabar lagi yach.....
foto bareng yuuuk

Saat mengikuti TWKM XX di PATAGA

Acong


salah satu gitaris, seniman handal yang di miliki PALASPA

analisa aja kok

Fluktuasi

Sumber daya mapala

M

apala merupakan sebuah organisasi internala kampus yang bergerak dalam bidang kepencinta alam dan olahraga alam bebas. Kemunculan organisasi mapala sendiri di mulai dari berdirinya Mapala UI ( Universitas Indonesia ) pada tahun 1960 an yang didasari pada persamaan hobi berpetualang di alam, hingga tahun 1990 an munculnya mapala dan perkembangannya mengalami puncak kemajuan bak jamur di musim hujan.

Pada dasarnya kemunculan mapala tidak terlepas dari implementasi jiwa kaum muda yang selalu ingin mencari hal-hal yang baru dan menantang.Disamping itu juga tradisi bergerombol dan membentuk sebuah komunitas yang berbeda menjadi sebuah latar belakang berdirinya mapala.Hal tersebut tercermin dari kegiatan yang ada dan pola kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh anggota mapala, sebut saja mereka selalu melakukan hal-hal yang diluar kebiasaan orang-orang awan serta perileku nyleneh yang mereka lakukan bersama komunitasnya. Dari hal inilah justru yang kemudian menjadi daya tarik mengapa setelah tahun pertama pendirian kemunculan serta perkembangannya begitu pesat ( dalam hal kuantitas anggota ). Dalam perkembangan selanjutnya mapala menjadi sebuah komunitas yang mempunyai karakter kuat dan rasa sosial tinggi yang terkadang sulit untuk dipahami secara kesuluruhan, karena memang mapala merupakan sikap perpaduan antara sikap anti kemapanan dan tuntutan intelektual yang tinggi karena bagaimanapun juga mahasiswa menjadi ikon agent of change. Tidak hanya itu,perkembangan mapala begitu mencuat manakala potensi yang ada tergali secara optimal, seperti fotografi, outbond,rescue, konservasi lingkungan, dan sebagainya sehingga melahirkan beberapa nama besar dalam skala nasional maupun internasional.

Tapi suatu hal yang mendasari perkembangan mapala begitu pesat adalah karena adanya sumber daya alam manusia yang berlimpah skill dan keterampilan serta obsesi yang dimiliki. Memasuki abad ke 21 perkembangan mapala mengalami anti klimaks terutama dari segi kuantitas anggota maupun kuatitas dari tiap-tiap anggota mapala.Kalau tentang kualitas anggota mapala, dilihat dari sebab tentunya akan sangat besar cakupanya, karena saya lihat tidak hanya terjadi di mapala tapi juga kuatitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia mengalami penurunan kualitas. Mungkin salah satunya kurang adanya obsesi serta determinasi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu sehingga terjadi sebuah stagnasi, karakter ( idealisme ) yang sudah mulai luntur serta mudah menyerah pada sebuah keadaan ( sendhiko dawuh ).

Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa ada beberapa sebab yang membuat seseorang enggan untuk menjadi anggota mapala, diantaranya

  1. Faktor fisik yang kurang mendukung, hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mereka enggan mengkuti Pladiksar mapala, karena secara kasat mata kebiasaan mapala adalah membawa beban berat serta bekerja keras dalam setiap kegiatan yang ada, contohnya adalah pada saat Pladiksar seluruh peserta wajib membawa tas carier berkilo-kilo gram beratnya yang harus mereka gendong danjuga karena ukuran kertas tas tersebut yang memang cukup besar. Faktor fisik lainnya bisa juga datang dari bawaan individu yang membuat seseorang mengurungkan niatnya untuk bergabung dengan mapala misalnya asma, pobia, magg, tipes dan tidak kuat terhadap hawa dingin
  2. Orang rumahan dalam artian orang-orang yang masuk menjadi mapala ( walaupun tidak secara pasti ) kebanyakan orang luar kota atau jauh dari pantauan orang tua. Karena bagaimanapun juga mereka memikirkan bagaimana nanitnya mereka sudah masuk dengan sejumlah aktifitas yang padat di mapala membagi antara kepentingan keluarga dan organisasi
  3. Informasi yang mendiskridtkan mapala, informasi dalam hal ini berkaitan dengan image mapala yang memang di mata sebagian masyarakat sudah sedemikian mendiskriditkan mapala. Informasi tersebut memang terjadi karena sebuah pengalaman-pengalaman ataupun pengetahuan tentang karakteristik mapala dalam satu tinjauan saja.
  4. Trgedy Pladiksar dan Pladikjut yang terjadi jelas sangat mempengaruhi kuantitas peminat mapala. Dengan adanya tragedy, semua pihak baik dari kampus, orang tua tentunya akan bertambah negative image yang muncul terhadap mapala tapi sejauh ini dikalangan mahasiswa yang memang sudah mengenai karakteristik mapala tidak terlalu terpengaruh dan seringnya justru pihak-pihak tersebut punya pengaruh besar terhadap objek misalnya orang tua.
  5. Tuntutan kuliah juga ikut memberi andil juga, karena diakui atau tidak tujuan utama kita adalah untuk menuntut ilmu dibangku perkuliahan bukan ikut mapala. Hal ini dikarenakan intensitas kegiatan mapala yang begitu padat sehingga sering kali harus meninggalkan kegiatan akademis. Hal ini diperparah lagi dengan kebijakan-kebijakan kampus yang secara tidak langsung berpengaruh misalnya kebijakan yang ada di Univ PGRI palembang “ boleh ikut ujian minimal 80 % kehadiran di ruang kelas “ dan juga kebijakan pembatasan aktifitas malam ( jam malam )
  6. Faktor keuangan, bagaimanapun juga tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan di alam bebas membutuhkan dana yang tidak sedikit jumlahnya bahkan dapat dikategorikan mahal.
  7. faktor kehidupan bermasyarakat mapala yang terkadang secara kasat mata jauh dari nilai norma-norma social yang berlaku.

Beni Martha “ Jin “ ( NAP.09.044.05 )

berdasarkan analisa pribadi dan sharing dengan teman-teman PALASPA serta informasi yang didapat dari hasil wawancara dengan mahasiswa.






Pengembaraan divisi Panjat Tebing angkatan XI






Selasa, 20 Januari 2009

ungkapan Jurik

Rounded Rectangle: FokusPEMINAT UKM

SEMAKIN MINIM ?

Oleh : Ulhaq “ Jurik “


Barangkali perlu dicermati kalau sekarang ini minat Mahasiswa untuk mengikuti atau aktif dibidang kemahasiswaan mengalami penurunan . Meskipun jumlah UKM yang tersedia cukup banyak dan potensial untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa mulai dari bidang kepramukaan, pencinta alam, keagamaan, militer,dan palang merah, serta bidang penalaran yang lain. Semua unit tersebut disediakan dalam rangka membantu mahasiswa untuk peningkatan dan pengembangan diri seluas-luasnya sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Namun tidak semua unit yang disediakan tersebut diminati oleh mahasiswa, kalaupun diminati jumlahnya cenderung sedikit bila dibanding dengan periode 5-10 tahun yang lalu. Pendaftaran anggota baru yang dibuka oleh tiap-tiap Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) mengalami penurunan peminat sejak beberapa tahun terakhir, tetapi paling tidak peminat yang masih mendaftar pada UKM tertentu merupakan mahasiswa yang betul-betul menyadari betapa pentingnya berorganisasi dan serius pada pilihan unit kegiatan yang Diharapakan mampu memberi sesuatu pada dirinya.

Banyak mahasiswa yang belum menyadari bahwa berburu pengalaman diarena kegiatan kemahasiswaan dapat memberikan pengalaman sekaligus keterampilan yang sangat berharga.Pengalaman dan ketrampilan biasa berupa pengetahuan secara praktis tentang bagaimana menggunakan dan mengatur ( manajemen ) waktu, teknis, memimpin rapat, melatih disiplin dan kritis, peningkatan sikap toleransi dan jujur terhadap sesame, mengambil keputusan secara mendadak tetapi bijaksana, menghargai pendapat orang lain, menyelesaikan masalah ( problem solving ) secara bijaksana, keterampilan berkomunikasi dan negosasi dan banyak lagi keterampilan dan pengalaman yang diperoleh. Barangkali karena hanya kesadaran yang minim terhadap manfaat mengikuti kegiatan ini banyak mahasiswa yang berpaling dari aktifitas kemahasiswaan.faktor umum yang menyebabkan mahasiswa enggan ikut di UKM yang pertama, Mahasiswa lebih suka kegiatan yang bersifat praktis dan menghindar dari hal yang merepotkan.Aktifitas kemahasiswaan jelas menuntut mahasiswa berperan aktif dimana ia memilih UKM yang diminati.Aktifitas ini menuntut mahasiswa melaksanakan semua kegiatan yang diprogramkan, dan pasti muncul sesuatu yang dikerjakan dan konsekuensi berikutnya repot. Hal inilah yang barangkali sering dihindari oleh Mahasiswa atau kata lain tidak mau repot padahal disinilah sebenaranya “ inti dari perburuan sebuah pengalaman “ yang kedua mahasiswa lebih suka hiburan daripada melakukan tantangan atau dengan kata lain lebih suka menjadi subjek ( penonton ) daripada objek ( actor ).Sebagian besar mahasiswa lebih tertarik pada sesuatu yang memberikan hiburan atau tontonan artinya mahasiswa tidak tertarik untuk mencoba melakukan sesuatu tantangan yang tidak bisa atau sulit dilakukan oleh orang lain, mencoba memiliki prestasi,keterampilan,kemampuan atau keahlian khusus dibandingkan dengan yang lain.yang ketiga, sebagian mahasiswa saat ini berpikir sibuk dengan tugas atau beban yang diberikan oleh dosen.Mahasiswa berpikir tugas atau beban merupakan sesuatu yang harus dijauhidan dihindari sehingga tidak jarang mahasiswa kemudian tidak mengerjakan tugas dosesn, kalaupun mengerjakan dengan sangat terpaksa dan akhirnya membuat duplikat tugas teman dengan menganti nama.Persepsi seperti ini harus diubah,Tugas apapun bentuknya adalah sesuatu hasilnya akan kembali kepada kita semakin serius dan semakin mandiri kita menyelesaikan tugas,semakin faham terhadap apa terhadap apa yang kita kerjakan.Tugas dari dosen merupakan untuk kita sendiri bukan untuk dosen.Demikian halnya dengan berorganisasi atau aktif di UKM pada dasarnya untuk melatih keterampilan,kemampuan dan mencari pengalaman untuk pengembangan diri kita sendiri.(haq)

Jumat, 16 Januari 2009

hidup adalah perjuangan men

Get di dampingi Santok bersama Anak Ruwed Adventure Serang, Banten di Ranu Kumbolo


Pengembaraan Get, angkatan VI di Semeru, Malang

ketika awan pergi, langitpun berkaca
pada wajahnya.
biru, seperti setiap hati ini
membisikkan namamu.

inilah telaga, yang telah membuat langit tinggi
jatuh hati
dan menumpahkan segenap warna di riak mukanya.

bersama angin menggulirkan musim
dan kepak belibis memercikkan hari-hari,
aku larung semua kecemasan di kedalaman
hatimu. langkah-langkah menyusuri lekuk landai di tepian,
diam-diam menyisir kenangan
diantara gerai lembut daun jarum cemara
dan lambaian di tiap helai rambutmu.

lewat desah ilalang mengurungnya,
atau gumam lirih dari hutan di bukit yang jauh,
terbaca lagi jejak persinggahan.
menyemai benih,
hingga tumbuh menggapai rindu.


Pengembaraan angkatan VII


Japra' saat pengembaraan pengambilan nomor anggota didampingi Santok dan kuyung

Kamis, 15 Januari 2009


Sebagian keluarga besar PALASPA, buat senior yang belum masuk, sabar yach.
(Lepo, Q-yai Rudi, Jemme, Ck.ck)

fose ini sengaja gaya buat foto, apa memang lagi mandang sesuatu.........
ikutan dooooong, apa sih yang lagi di lihat.
eh, lo pade merhatiin ngak, ada beberapa senior yang Arseto (arek seneng di foto) banget............
Sementara yang lainnya sok jaim gitu, pura-pura ngak tahu, padahal kalo tahu mau di foto pasti pada gaya. Percaya ngak???????!!!!!!!!

Rabu, 14 Januari 2009

Persiapan berangkat Pladiksar Angkatan XII ke gunung Dempo 3159 Mdpl Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan. Gagah-gagah ya seniornya, begitu pula dengan Calon Anggotanya (CA). Sayangnya, semua keluarga besar ngak dapat hadir buat nganter dan ngasih motivasi buat adik-adik biar kuat ngadepin seleksi alam. "Cepetan kak berangkatnya, udah ngak tahan pengen dilantik jadi anggota Palaspa nich," kata Gareng ditemani Bagong, Lentuk, Codot dan Pabolek secara bersama-sama dengan lantang.